Cara Trading Saham Harian

Posted by on Jan 10, 2019 in Forex trading, Trading forex | 0 comments

Cara Trading Saham Harian

Trading saham harian adalah kegiatan jual-beli saham di hari yang sama. Kegiatan ini bisa dilakukan berulang kali dengan tujuan mengambil keuntungan dari pergerakan harga saham, dan jika dilakukan dengan tepat bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Namun kegiatan ini juga bisa menjadi permainan yang membahayakan jika dilakukan oleh orang yang belum mengerti bagaimana seharusnya memainkan permainan ini. Mari kita bahas beberapa prinsip trading secara umum dan juga kapan menjual dan kapan membeli.

A. Tips trading harian

1. Pengetahuan adalah kekuatan

Seorang day trader harus membekali dirinya dengan pengetahuan yang memadai. Bukan saja ia harus mengerti prinsip dasar dari trading, ia juga harus tahu berita terakhir dari pasar saham dan hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi harga saham. Seperti kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, dan lain-lainnya. Kerjakan PR (pekerjaan rumah) anda. Buat daftar saham yang ingin anda trade dan buat diri anda selalu update dengan kondisi pasar. Baca koran-koran yang menyajikan berita bisnis dan kunjungi situs keuangan yang terpercaya.

2. Tentukan seberapa besar anda siap rugi

Dalam setiap trade pasti ada potensi kerugian. Siapkanlah sejumlah dana yang anda siap tanggung sebagai bagian dari kerugian. Banyak trade-trader yang sukses mempersiapkan 1% sampai 2% dari akun mereka per trade sebagai dana kerugian. Jika anda punya dana Rp 500.000.000,00 di akun trading anda dan siap mempertaruhkan 0,5% dari dana tersebut pada setiap trade, maka maksimum kerugian anda adalah Rp 2.500.000,00 (0,005 x Rp 500.000.000,00).

3. Persiapkan waktu anda dengan sebaik-baiknya

Faktanya adalah trading harian akan menyita waktu anda. Jangan main trading harian kalau anda punya pekerjaan lain. Permainan ini membutuhkan kecepatan untuk mengambil kesempatan yang bisa  timbul kapan saja di setiap jam trading. Jadi anda harus siap setiap saat.

4. Mulailah dari yang kecil

Sebagai seorang pemula, disarankan untuk hanya fokus pada satu atau dua saham selama satu sesi trading harian. Dengan jumlah saham yang sedikit, maka menemukan dan mendapatkan opportunity akan lebih mudah.

5. Beri waktu

Banyak order yang dilakukan oleh investor dan trader sesaat setelah pasar dibuka, sehingga menyebabkan harga saham bergejolak. Trader yang berpengalaman mungkin saja dapat mengenali dengan cepat saham-saham mana yang bisa memberikan keuntungan. Namun bagi para pemula, lebih baik ‘membaca’ dulu arah pasar selama 15 sampai 20 menit pertama, barulah mengambil posisi.

6. Bersikap realistis

Tidak perlu menang terus untuk bisa mendapatkan profit. Banyak trader yang hanya menang 50% sampai 60% dari trade mereka. Pastikan bahwa persentasi kekalahan dibatasi sampai batas tertentu, dan tulis serta perjelas metode entry dan exit yang akan digunakan.

7. Bersabarlah…

Ada saatnya pasar saham menguji syaraf anda. Sebagai day trader anda harus membuang jauh sifat-sifat seperti serakah, harapan dan rasa takut. Segala keputusan harus diambil secara logis dan bukan berdasarkan emosi.

8. Berpegang pada rencana

Trader yang sukses harus bergerak cepat bukan berpikir cepat. Mengapa? Karena mereka lebih dulu merencanakan strategi trading yang akan mereka gunakan dan juga bersikap disiplin untuk berpegang pada rencana yang telah dibuat. Sangat penting untuk lebih mematuhi rencana anda dibandingkan hanya sekedar mengejar profit. Jangan biarkan emosi menjadi strategi terbaik anda.

B. Apa dan kapan membeli saat day trading

Trader harian mendapatkan uang dengan memanfaatkan pergerakan harga saham per menit. Bagi seorang day trader ada 3 hal yang harus diperhatikan dari sebuah saham.

1. Likuiditas:

Likuiditas dari sebuah saham berarti memberikan kesempatan kepada anda untuk masuk dan exit ke/dari sebuah saham pada harga yang baik.

2. Volatilitas:

Secara sederhana, volatilitas adalah ukuran dari range harga saham harian yang diharapkan. Lebih volatile berarti lebih profit atau loss.

3. Volume trading:

Ukuran ini adalah menyatakan berapa banyak sebuah saham dijual atau dibeli dalam kurun waktu tertentu. Jika volumenya tinggi, maka itu berarti banyak yang tertarik dengan saham ini.

Saat anda sudah mengetahui saham mana yang anda inginkan, maka anda harus belajar untuk mengidentifikasi entry point, yaitu kapan tepatnya anda masuk untuk berinvestasi. Tentukan dan tulis di kertas kondisi-kondisi macam apa yang anda perlukan untuk masuk ke dalam sebuah posisi. Dan tulislah sespesifik mungkin.

Saat anda sudah memiliki aturan spesifik untuk entry, lihatlah pada chart yang ada apakah kondisi-kondisi semacam ini terjadi setiap hari (dengan asumsi bahwa anda akan trade setiap hari). Jika jawabannya ‘ya’, maka anda memiliki strategi potensial untuk entry point. Yang kemudian harus anda lakukan adalah kapan anda exit dari trade semacam itu.

C. Kapan saat menjual

Ada beberapa cara untuk exit dari posisi win. Salah satu diantaranya adalah profit target. Profit target adalah metode exit yang paling umum digunakan. Profit target adalah mengambil profit pada level yang telah ditentukan sebelumnya. Beberapa strategi price target yang umum diantaranya adalah:

1. Scalping:

Metode ini adalah yang paling populer. Scalping berarti anda langsung  menjual saat trade anda sudah mendapatkan profit.

2. Fading:

Metode ini berdasarkan beberapa asumsi, pertama, saham-sahamnya overbought. Kedua, buyer awal siap untuk mengambil untung. Ketiga, buyer yang ada mungkin merasa takut. Walaupun riskan, strategi ini bisa sangat menjanjikan. Target price pada metode ini adalah ketika buyer mulai masuk lagi.

3. Daily pivots:

Strategi ini mengambil profit dari volatilitas saham harian. Caranya adalah membeli di saat harga low dan menjual di saat harga high.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *